salam pembuka

Tuesday, January 29, 2013

mesin pengganda dokumen

JENIS-JENIS MESIN PENGGANDA DOKUMEN

      1.   Duplikator Hektografik dengan Alkohol


Duplikator dengan alkohol akan mereproduksi ketikan, tulisan tangan atau gambar dalam berbagai warna.Mesin ini mampu menggandakan 100 hingga 250 salinan. 
 
Cara pengoperasian Duplikator hektografik dengan alkohol adalah sebagai berikut:
        a.      Penyiapan salinan master
Salinan master disiapkan pada sehelai art paper (permukaan mengilap) dengan menggunakan kertas karbon hektografik. Kertas karbon dipasang dengan permukaan yang berlapis menghadap ke atas, dan art paper ditaruh di atasnya, dengan permukaan yang mengilap menghadap ke bawah. Bahan yang akan direproduksi kemudian ditulis dengan masin ketik, pensil atau bolpoin pada permukaan art paper yang terpapar, sehingga cetakan karbon terbalik diperoleh pada permukaan yang mengilap. Salinan master dapat pula dibuat dari dokumen asli dengan proses penyalin  pemindah-panas.

        b.      Proses penduplikasian                             
Salinan master dipasang pada rol duplicator. Kertas yang diumpankan ke dalam mesin lebih dulu dibasahi dengan alkohol dan kemudian ditekankan pada salinan master. Alkohol melarutkan sedikit cetakan karbon dan dengan demikian membentuk salinan di atas kertas.

Cara Pemeliharaan:
1)      Bersihkan body mesin terhadap semua kotoran yang melekat dengan           menggunakan lap yang bersih
2)      Bersihkan baki kertas dan baki penadah dari tinta(kotoran sejenis) yang menempel
3)      Cabutlah steker dari stop kontak setiap selesai melakukan penggandaan dan posisi mesin dalam posisi off
4)      Bersihkan bekas tinta stensil yang melekat di kanan kiri rol atau silinder mesin
5)      Pada tempat-tempat tertentu bersihkan dengan menggunakan alat sejenis sikat yang lunak
6)      Tutuplah mesin setelah selesai menggunakan
                                                                                                                                                                                                       
2.Duplikator stensil
Mesin stensil tidak lain adalah mesin penghasil dokumen terbentuk lembaran dalam jumlah banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master” yang disebut dengan stensil sheet atau sit stensil. Bila dua warna atau lebih diperlukan pada salinan akhir, stensil yang terpisah harus dibuat dan penduplikasian yang terpisah harus dijalankan untuk setiap warna
Mesin Stensil Ada 3 Macam, Yaitu:
1)    Mesin stensil manual (komponen mekanis dan tenaga penggeraknya manual)
2)    Mesin stensil listrik (komponen mekanis dan tenaga penggeraknya tenaga listrik)
3)    Mesin stensil elektronik (komponen mekanis dan tenaga penggeraknya tenaga listrik serta dilengkapi dengan panel board yang bekerja secara otomatis dan system operasinya adalah system elektronis)
Cara pengoperasian mesin stensil adalah sebagai berikut:
        a.      Sebelum mengetik pada sit stensil sebaiknya huruf (stensil) pada tuts dibersihkan terlebih dahulu dengan sikat kawat halus. Huruf-huruf yang harus dibersihkan antara lain a, b, c, e, g, m, o, p dan w karena sering kotor terkena endapan bekas karbon atau tip-eks.
        b.      Sit stensil harus benar-benar rata pada roll mesin tik agar menghasilkan bekas ketikan yang baik di sit stensil.Pengetikan pada stensil sit sebaiknya tidak perlu tergesa-gesa. Hal ini dikarenakan kesalahan pengetikan memang dapat dibetulkan dengan koreksi, tetapi akan menghasilkan cetakan yang kurang memuaskan.

Cara pemeliharaan mesin stensil antara lain sebagai berikut:
Saringan mesin stensil hendaknya diperiksa dan kalau perlu dibersihkan dengan sedikit bensin campur minyak atau paling tepat adalah dengan air panas sehingga bekas tinta yang kering tidak menyangkut pada saringan. Apabila sudah selesai, kita melepaskan stensil sit dan kalau menghendaki stensil sit akan dipakai lagi bersihkan dengan menggunakan minyak tanah yang kemudian disimpan dengan cara menggantung stensil sit.Tutup mesin stensil supaya bersih. Sebelumnya kita harus melepaskannya dari aliran listrik.   

3.    Mesin Offset-Lithoi
 
Offset adalah mesin cetak yang menggunakan master yang disebut plate dengan proses pemindahan huruf ke blanket.
       Cara Penggunaan duplicator offset-litho dapat dijelaskan sebagai berikut:
      1.  Master disiapkan pada lembaran logam tipis atau kertas dengan permukaan khusus. Master ini dapat diketik dengan bantuan pita khusus, ditulis tangan, atau digambar dengan menggunakan tinta atau bolpoin khusus, atau dihasilkan dengan pemindahan difusi, pemindahan gelatin atau proses pengopian elektrostatik.
        2.    Salinan master, setelah dibasuh dengan zat kimia, dipasang pada drum di mana master itu berkontak dengan air dan tinta berdasarkan minyak, secara terpisah atau sebagai emulsi. Prosesnya mengandalkan kenyataan bahwa minyak dan air tidak akan bercampur. Bagian kosong dari master menjadi basah sehingga tidak menerima tinta cetak sama sekali. Sebaliknya, cetakan berminyak yang dibuat dengan ketikan atau tulisan tangan menolak air dan menerima tinta.
      Cara pemeliharaan:
      Mesin ini hanya boleh dioperasikan oleh staf yang memenuhi syarat.
      Tentukan jadwal perawatan yang diberikan oleh guide mesin pabrikan.
Dalam kondisi dengan kemungkinan apapun. Hanya bahan (minyak, pelumas, gemuk dsb) yang dianjurkan oleh guide mesin pabrikan.

Seluruh kegagalan dan kesalahan operasi harus di laporkan segera.

Mesin dan peralatan harus secara berkala dibersihkan. Mengunakan hanya pembersih yang sesuai dan aman bagi lingkungan.

Mesin dan peralatan harus secara khusus di sambungkan pada suplai tenaga listrik yang sesuai.

 Plat yang menempel pada mesin memberikan informasi sertifikasi mengenai voltase,arus (ac atau pengubah arus tiga arah) yang dibutuhkan oleh mesin.

Ketika terjadi masalah fluktuasi arus atau voltase yang tidak normal, segera konsultasikan pada teknisi listrik anda.
                  

4. Mesin cetak

Mesin cetak dalam atau dalam bahasa Belanda sering disebut dengan istilah “Gravure” mempunyai bagian-bagian utama yang berupa tempat acuan, penekan yang mengatur dengan bak tinta dan penghantar kertas.


 Cara pengoperasian dari mesin cetak antara lain sebagai berikut:
1.       Menghidupkan mesin dengan tombol On.
2.       Seteleh mesin hidup, maka acuan (master offset) kena tinta.
3.      Tinta tersebut disuplai oleh penghantar tinta.
4.      Pada saat itu, kertas dihantar oleh pennghantar kertas.
5.      Penekan berbentuk silinder mengambil acuan dan tinta kemudian menempel di kertas untuk terus dilepaskan.
6.      Kertas bersih berubah menjadi kertas yang sudah cetak sesuai dengan desain pada acuan.

Cara pemeliharaan mesin cetak antara lain sebagai berikut:
a.      Kita harus memisahkan mesin cetak dari kertas yang sudah dipakai.
b.      Kita harus menjauhkan mesin cetak dari tinta dan benda cair lainnya.
c.       Setelah selesai dipakai, mesin cetak harap dibersihkan atau dilap.
d.      Tutup mesin tersebut dengan menggunakan plastik agar jangan sampai debu masuk.

5.    Mesin fotokopi

 
Fotocopy mempunyai beberapa system yaitu:
a.    Sistem zoom atau enlargement adalah sistem fotocopy yang dapat memperbesar hasil copy dari aslinya.
b.    Sistem reduction adalah sitem fotocopy yang dapat memperkecil hasil fotocopy dari aslinya.
c.    Sistem fullsize adalah sistem fotocopy yang hasil copynya sesuai atau sama dengan aslinya.
d.    Sistem automatic document feeder, yaitu sistem fotocopy yang dapat menyortir dan mengelompokkan dokumen hasil fotocopy dari dokumen yang berbeda berdasarkan nomor urut halaman.
                                                                       
   Cara mengoperasikan mesin fotocopy, adalah sebagai berikut:
a.      Hidupkan mesin dengan cara menekan tomol ON.
b.      Tunggu sejenak sampai mesin panas dan memberi tanda boleh memulai pekerjaan.
c.       Letakkan kertas secukupnya pada baki kertas.
d.      Persiapkan dokumen yang akan dicopy.
e.      Periksalah kepekatan tinta.
f.        Aturlah posisi pengkopian, apakah akan diperbesar , diperkecil atau ukuran biasa (100%).
g.      Tekan tombol untuk pengatur jumlah salinan yang diperlukan, tombol ini terdiri atas angka 0-9. Bila kita hendak mengcopy sebanyak 98, kita tinggal menekan angka 9 dan 8.
h.      Bila kita mengcopy dalam jumlah yang banyak, perhatikan selalu hasil copy. Sebab, bila terlalu banyak dan terus menerus maka mesin akan panas dan membawa dampak terhadap hasil, yaitu akan kehitam- hitaman. Karena itu simpanlah mesin fotocopy pada tempat yang sejuk tau ber-AC.
i.        Kalau sudah siap mulailah pengkopian dengan menekan tombol start.

Di bawah ini kita akan menjelaskan cara pemeliharaan mesin fotokopi, yaitu:
1. Melapisi Drum (Tabung) Machine Photo Copy Jenis ASSY (Drum Canon : NP 6045, NP 6050, NP 6650, AGFA : X 58, X 88 dll) Sehingga Memperkecil Bolong Yang Terlihat Pada Hasil FotoKopi Blok hitam, Untuk Hasil Maksimal Gunakan Toner Original
2. Mengaktifkan Drum Cell Mesin fotoCopy Yang Sudah Lemah, Supaya DRUM Mesin foto Copy Tidak Gampang Nembak / Konsleting, dan Drum Foto Kopi Yang Belang bisa Normal Kembali,
3. Menghilangkan Lembab Yang Membandel Pada Drum Mesin FotoKopi (Sudah di BRASO, Belum 1 Bulan Kumat Lagi) Yang Menyebabkan Hasil FotoKopi Kabur,
4. Mempertajam HASIL fotocopy walau Pakai Toner KW2,
5. Merawat DRUM Machine fotocopy agar Usia Drum Panjang,
      6.   Setelah selesai dipakai, kita harus melepaskan mesin fotokopi dari sakelar listrik agar tidak terlalu panas mesinnya.
      7.Kita harus membersihkan mesin fotokopi tersebut setiap seminggu sekali.
      8.  Sesudah mesin fotokopi dipakai, diharapkan ditutup kembali agar terbebas dari debu dan air.


6.    Alat pencetak (Printer)


Alat ini dapat beroperasi apabila dihubungkan dengan komputer. Alat pencetak (printer) menghasilkan cetakan yang lebih berkualitas dan terang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
Ada beberapa jenis printer, antara lain:
a.    Matriks
Pencetak ini menubrukkan sekelompok titik kecil ke atas kertas sehingga bergabung membentuk karakter. Kualitasnya umumnya tidak terlalu baik, tetapi lazim digunakan. Pencetak matriks dengan kepadatan ganda (double density) menggunakan struktur bintik yang lebih halus sehingga menghasilkan karakter dengan kualitas yang lebih baik.
b.    Pancaran tinta dan laser
Keduanya adalah system yang mencetakkan tinta pada halaman tanpa mambentur kertas.
c.    LCD/citra elektronis
Alat ini pada dasarnya merupakan mesin fotokopi yang “menyalin” secara elektronis informasi yang tersimpan dan sering disebut “mesin fotokopi inteligen”. Mesin ini menggunakan sinar laser yang dikendalikan oleh pengolah data, dengan menempatkan citra karakter pada drum penyalin.
 
Cara pengoperasian  alat pencetak antara lain sebagai berikut:
1.       Mengaktifkan file dokumen yang akan dicetak.
2.       Setelah itu, harus dipastikan bahwa alat pencetak telah siap digunakan untuk mencetak.
3.      Kemudian, memilih file.
4.      Setelah menekan file, maka akan ditampilkan kotak dialog print.
5.      Kemudian, setelah ada tampilan kotak dialog print maka kita menekan tombol OK.

Cara pemeliharaan alat pencetak antara lain sebagai berikut:
a.      Sesudah dipakai, alat pencetak ini maka harap dimatikan.
b.      Apabila menggunakan alat pencetak (printer), maka jangan memakai kertas lecek/kusut.
c.       Sebelum menggunakan alat pencetak (printer), maka terlebih dahulu harus memeriksa tinta dari alat pencetak.
d.      Tutup alat pencetak tersebut dengan menggunakan kain atau plastik agar terbebas dari debu.



6.Mesin computer


Mesin computer juga merupakan alat pengganda dalam bentuk software(perangkat Lunak) hal ini terbukti dari copy-paste yg disediakan computer.

  
Cara menggunakan :

Langkah pertama yang harus anda ketahui adalah bagaimana cara mengaktifkandan mematikan komputer dengan benar. Prosedur untuk mengaktifkankomputer dengan baik dan benar adalah:* Pastikan semua kabel power sudah terhubung dengan aliran listrik.* Hidupkan CPU (Central processing unit) dengan menekan tombol on atau power di casing.* Hidupkan Monitor dengan menekan tombol on pada monitor.* Tunggu hingga booting selesai, lalu akan muncul tampilan windows yang kita pergunakan.Prosedur untuk mematikan komputer dengan baik dan benar adalah:* Klik tombol start yang berada pada taskbar.* Lalu klik tombol Turn Off Computer.* setelah muncul tampilan yang menampilkan 3 pilihan yaitu : 1. Standbay, 2 Turn Off,3.Restart.* Nah anda pilih yang turn off.


Cara memelihara :

1.      Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-fileharddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah prosesread/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk Defragmenter.Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.2. Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting.Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terusmenerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energysaving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi. Cara+ mengaktifkan screensaver dapatdilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tabscreensaver, kemudian pilih sesuai selera.



 

No comments:

Post a Comment